Wisata Budaya Solo bersama Ki Manteb Sudharsono


Bulan kemarin saya mengikuti event yang diadakan oleh brand Oskadon, dimana mereka mengadakan quiz menulis cerita Lakon Wayangmu yang menceritakan cerminan sifat wayang dengan kehidupan sehari-hari kita sendiri. Didalam kuis tersebut peserta disuruh melakukan survei dan hasilnya akan dicocokkan dengan watak para wayang dan watak kita sendiri. Lima menit saya melakukan survei dan yang muncul adalah tokoh Lakon Wayang Yudhistira. Lakon Yudhistira sendiri memiliki sifat pria yang tulus, cinta damai dan suka mengalah. Hehehe sangat cocok dengan saya nih :D.


Eh ternyata saya terpilih menjadi salah satu pemenang quiz Lakon Wayangmu by Oskadon, dan alkhamdulillah saya diajak wisata budaya gratis bersama tim dari oskadon selama 2 hari satu malam dan menginap di hotel besar :D . Awalnya saya kurang percaya bahwa saya menang, pihak Oskadon sendiri mengirimkan sms ke 8 orang pemenang dan setelah pengumuman resmi baru deh saya percaya 100%. 

Adapun menurut Oskadon, Wayang Yudhistira adalah
Yudhistira yang mudanya dikenal sebagai Puntadewa, memiliki gelar Sang Ludira Seta, artinya pria yang tulus ikhlas. Kamu yang cinta damai dan baik hati, cocok banget dengan lakon Yudhistira. Karena terlalu baik, kadang kamu rela mengorbankan apapun untuk membantu temanmu yang kesusahan. Yudhistira pun sampai rela memberikan isterinya pada orang terdekatnya. Ketika sedang di dalam kelompok, kamu cenderung menghindar dari konflik layaknya Yudhistira yang awalnya tidak setuju dengan Pandawa lainnya untuk memulai perang Baratayuda.

Nah dengan sifat yang seperti itu saya disuruh menceritakan hal yang sama ketika di kehidupan nyata, sayapun bercerita seperti ini

Tak kusangka, cerita ini masuk nominasi pemenang dari cerita Lakon Wayangmu, akhirnya saya mendapatkan sms dari mbak Tuti selaku panitia Lakon Wayangmu

Alangkah gembiranya saya mendapatkan hadiah wisata budaya gratis bersama Ki Manteb Sudharsono, sungguh saya sangat deg-degan, ya kerena biasanya kan hanya lihat di televise lewat iklan Oskadon dengan slogan khasnya yaitu Oskadon, Pancen Oye! Eh ternyata saya bisa bertemu dengan beliau langsung, Terima kasih untuk Oskadon yang telah membawa saya berwisata gratis.

Hari yang saya tunggu-tunggu akhirnya datang juga, bertepatan dengan pelaksanaan Uji Prakerin, saya segera menyelesaikannya dan langsung terbang ke Solo, terbang? Haha, naik bis maksudnya.

Sesampainya di Solo saya langsung dijemput oleh tim Oskadon, lalu langsung berkumpul di RM Tamansari. Dilanjutkan dengan berkunjung kerumah Pakdhe Ki Manteb Sudharsono, sangat mengesankan sekali rumah beliau sangat besar dan sangat kental jawanya.

Di kediaman Pakdhe Ki Manteb Sudharsono kami mendapatkan beberapa ilmu tentang perdalangan, dan Pakdhe sendiri juga menceritakan awal dulu mendalang dari muda hingga sekarang.
Ada pengalaman yang mistis waktu mendalang, Pakdhe pernah mendalang disebuah kuburan. Kronologisnya beliau setelah mendalang dan beranjak pergi eh pas lihat kebelakang ternyata adalah kuburan, bagaimana? Kalo jadi Pakdhe pasti merinding bukan main kan? Hehehe

Ternyata dunia perdalangan Pakdhe Ki Manteb Sudharsono tidak semulus yang orang lihat, pasalnya beliau benar benar memulai dari bawah. Pakdhe dulu adalah anak orang kurang mampu, jadi untuk menambah penghasilan disambi dengan mendalang. Pernah bayaran dari dalang hanya cukup untuk kehidupan sehari hari dan itupun sangat kurang jauh dari kata cukup. Namun berkat kerja keras beliau sekarang Pakdhe telah menjadi mapan. Pakdhe telah mendapatkan banyak sekali penghargaan hingga dinding rumah tempat menempelkan piagam sudah penuh dan tidak muat lagi. Sungguh perjuangan yang tidak ada duanya dan hasilnya pun tidak main main.



Lanjut perjalanan...

Perjalanan selanjutnya menuju ke tempat peristirahatan, yaitu Hotel Aston Solo. Disini saya adalah pemenang yang paling kecil alias paling muda dan pengalaman juga masih sedikit jadi banyak terjadi hal konyol dan memalukan didalam hotel. Salah satunya yaitu waktu mau membuka pintu hotel saja tidak bisa, perlu sejenis kartu, eh tinggal di tempelin sudah terbuka dan untuk menyalakan listrik cukup dengan memasukkan kembali kartu tadi kebagian yang sudah ada tandanya listrik. Dan taraaaa, listrik pun menyala, dalam hati saya “ wealah teknologi jaman sekarang canggih juga ya hehehe” (maklum yak orang desa tulen heheh). Kasur nya pun empuk sekali, kan biasanya didesa Cuma alas tikar cukup hehehe bener bener gembel nih yang nulis :D . Masih banyak hal konyol yang terjadi dan saya simpan saja daripada menurunkan harga diri saya hehehehe.


Pagi harinya kami melanjutkan perjalanan menuju Kraton Kasunanan Solo bersama Ki Manteb.
Sesampainya dikeraton kami mengelilingi seisi keraton dipandu dengan mbaknya yang cantik sebagai pemandu wisata. Disana saya mulai tau banyak tentang keraton kasunanan Solo, dan ini merupakan pengalaman pertama saya datang kesana. Terdapat sebuah sumur yang konon jika meminum airnya dan berharap sesuatu makan akan terkabul, btw saya ikut ikutan tapi Cuma minum karena haus. Kan pada bayar seiklhasnya eh saya gak bawa uang dengan rasa malu saya langsung aja jalan kedepan masuk ke rombongan lagi hehehe. Eits jangang ditiru yah, kalo punya ya dibayar lah itung itung membantu, tapi kalo pas itu saya bener bener tidak punya uang hehehe.

Lanjut perjalanan...

Setelah lelah berjalan menyusuri Kraton Kasunanan Solo bersama Ki Manteb, kami melanjutkan perjalanan ke Museum Batik Danarhadi. Disana saya bersama rombongan dijelaskan koleksi kain batik milik Danarhadi, mulai dari kain pertama hingga terakhir. Disana juga dijelaskan macam macam jenis batik dari berbagai daerah, bahkan sampai batik diluar negeri. Sungguh perjalanan yang tertata rapi dan sangat memberi wawasan, wisata yang kami datangi sudah bergandengan dengan TripAdvisor, jadi wajar kalau kualitas wisatanya keren keren.


Akhirnya kami pun diantar pulang oleh pihak Oskadon ke tempat masing masing, bukan ke rumah loh ya tapi ke tempat pemberangkatan pulang. Ada yang kebandara, ada juga yang ke stasiun dan saya sendiri memilih ke terminal tirtonadi. Langsung saya tancep naik bis jurusan Solo-Purwantoro, sampai di wonogiri sekitar jam 7 malam, langsung tidur soalnya paginya masih sekolah lagi hehehe.

Itulah pengalaman saya berwisata bareng Pakdhe Ki Manteb Sudarsono, Terima Kasih yang sebesar besarnya kepada Oskadon yang telah memberikan wisata gratisnya sepeserpun, malahan pas pulang masih diberi amplop hehehe.

Memang Oskadon Pancen Oye !

Terima Kasih Oskadon hehehe :D

Suka me-review gadget dan travelling. Blogger dari Wonogiri, Jawa Tengah. Salam Blogger Kota Gaplek!

Bagikan Sekarang

Related Posts

Selanjutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »